Newest Post

WINDOWS SERVER



Windows Server dan Sejarah Perkembangannya

 

Dalam bidang teknologi, kita sering mendengar istilah jaringan server pada komputer. Server merupakan jejaring komputer yang berfungsi sebagai penyedia layanan bagi komputer lain. Server bertugas sebagai sumber data untuk diakses, dan berperan dalam pengaturan lalu lintas perpindahan data-data tersebut.

 

Seiring dengan perkembangan ilmu teknologi, berbagai penyedia layanan komputer server pun turut bermunculan. Salah satu perusahaan terkemuka di bidang ini ialah Microsoft, sedangkan nama merek yang dikeluarkan untuk sistem operasinya ialah Windows. Di luar produk edisi-edisi khusus yang dikeluarkan Microsoft, terhitung sudah tujuh edisi Windows Server yang dirilis dengan nama produk terkait pada tahun peluncurannya. Edisi-edisi tersebut merupakan bagian dari sejarah Windows Server yang dijelaskan sebagai berikut.

Windows Server dan Sejarah Perkembangannya

 

Windows Server 2003

Dalam sejarahnya, sejarah Windows Server 2003 merupakan suksesor dari sistem operasi sebelumnya, Windows 2000, yang dirilis pada bulan April 2003. Fitur yang tersedia merupakan pengembangan dari sistem operasi sebelumnya, serta menggandeng beberapa fitur yang sama dengan Windows XP. Pada tahun 2005, Microsoft merilis edisi penerus dari sistem operasi ini, yaitu Windows Server 2003 R2. Dibandingkan dengan versi standarnya, Windows Server 2003 R2 didukung oleh teknologi clustering, dilengkapi dengan non-uniform memory access dan 8-way symmetric multiprocessing.

 

Windows Server 2008

Selang tiga tahun setelah versi sebelumnya, Windows Server 2008 dirilis untuk publik pada 27 Februari di tahun yang sama, dan diikuti oleh versi keduanya—Windows Server 2008 R2 setahun lebih kemudian. Windows Server edisi ini selain mengembangkan fitur-fitur yang telah ada sebelumnya, juga menghapus beberapa fitur, serta memerlukan kompatibilitas yang lebih memadai untuk instalasinya.

 

Windows Server 2012

Pada penghujung 2012, Microsoft kembali meluncurkan sistem operasi server terbarunya. Windows versi inilah yang kita kenal dengan Windows 8. Beragam fitur baru didesain ulang dengan perkembangan-perkembangannya; antarmuka pengguna, pengelola tugas, alamat IP, dan sebagainya.

 

Windows Server 2016

Jejaring server terbaru yang dirilis ialah versi 2016. Sistem operasi server ini dikembangkan bersamaan dengan Windows 10. Hingga kini, versi 2016 merupakan edisi terbaru yang mengusung kecanggihan paling mutakhir dari Microsoft. Memori per server fisik mencapai 24TB, ditambah dengan fitur-fitur terbaru seperti nano server; cluster OS rolling upgrade, dan VM load balancing.

 

Selain edisi-edisi tersebut, Microsoft juga mengeluarkan edisi tertentu, seperti Windows Server Essentials, Windows Essentials Business Server, dan beberapa produk Windows Server lainnya. Dengan mengikuti perkembangan sejarah Windows Server, kita dapat melihat perbedaan pada sistem operasi tersebut, baik dalam segi fitur, maupun kualitas jaringan servernya.


Pengertian Windows Server

Pengertian Windows Server adalahWindows Server adalah suatu merek (brand) sistem operasi server yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation yang mendukung manajemen tingkat enterprise, penyimpanan data, aplikasi, dan komunikasi. Windows server ini berperan sebagai server atau data center yang berperan dalam pengelolaan jaringan server.

Windows Server pertama dirilis pada 24 April 2003 dengan edisi yaitu Windows Server 2003. Sebenarnya, sebelum merek “Windows Server” diperkenalkan, ada edisi server lainnya dari Windows yaitu Windows NT 3.1 Advanced Server, Windows NT 3.5 Server, Windows NT 4.0 Server, dan Windows 2000 Server.

Berikut dibawah ini beberapa edisi dari software Windows Server dari awal hingga sampai saat ini.

  • Windows Server 2003 (April 2003)
  • Windows Server 2003 R2 (Desember 2005)
  • Windows Server 2008 (Februari 2008)
  • Windows Server 2008 R2 (Juli 2009)
  • Windows Server 2012 (Agustus 2012)
  • Windows Server 2012 R2 (Oktober 2013)
  • Windows Server 2016 (September 2016)
  • Windows Server 2019 (Oktober 2018)

Fungsi Windows Server

Windows server merupakan sistem operasi server yang digunakan untuk mengelola dan mengatur konfigurasi server dari perangkat – perangkat yang terhubung dengan komputer server didalam suatu jaringan komputer. Windows server mampu mendukung kinerja/performa sebuah komputer server yang telah terhubung pada suatu jaringan sehingga sistem berjalan dengan baik.

Secara umum, Windows Server menyediakan layanan yang server-oriented (berfokus pada server), seperti meng-host website, manajemen sumber daya semua pengguna dan aplikasi, manajemen pengguna, messaging (pesan), keamanan & otorisasi dan layanan lainnya yang berkaitan dengan server. Sistem operasi server dapat digunakan untuk web server, database server, server aplikasi, game server, dan yang lainnya.

Fungsi Windows Server adalahBerikut dibawah ini beberapa fungsi utama dari Windows Server.

  1. Membantu mengoperasikan kebanyakan proses pelayanan server dari perintah sistem operasi berdasarkan arsitektur yang dimiliki server tersebut.
  2. Memberikan hak kepada para pengguna untuk mengakses dan memanajemen server baik melalui GUI (Graphical User Interface) maupun CLI (Command Line Interface).
  3. Membantu konfigurasi server lanjutan baik dari segi hardwaresoftware maupun konfigurasi layanan jaringan tersebut.
  4. Membantu mengelola dan juga me-monitoring komputer client yang terhubung pada sistem jaringan dan juga sistem operasi untuk menjalankan sistem jaringan tersebut.
  5. Menyediakan sebuah antarmuka (interface) terpusat yang dapat membantu para pengguna (para pelaksana keamanan atau admin) untuk menjalakan beragam proses, salah satunya adalah proses administratif.

Kelebihan dan Kekurangan Windows Server

Windows Server 2003

Kelebihan Windows Server 2003

  1. Interface server-nya mirip Windows XP baik versi pro ataupun home edition sehingga terlihat lebih menarik daripada server windows sebelumnya.
  2. Cara installasi dan pengoperasian Windows Server 2003 tidak sulit dan jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan Windows NT.
  3. Proses rebooting-nya terjadi sangat cepat sehingga terasa seperti bekerja pada mesin dektop yang ringan.
  4. Sangat cocok untuk perusahaan besar karena didesain untuk memenuhi kebutuhan konsumen skala besar dan bisnis.
  5. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) yang digunakan pada Windows Server 2003 mampu memudahkan pengoperasian jaringan komputer pada organisasi skala besar.
  6. Mudah melakukan konfigurasi DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).

Kekurangan Windows Server 2003

  1. Windows Server 2003 terasa kurang memadai untuk Web 2.0 keatas.
  2. Ada beberapa aplikasi yang tidak dapat dijalankan di Windows serves 2003 bahkan beberapa diantaranya adalah buatan Microsoft.
  3. Jika tidak berhati-hati saat menginstalnya, error akan sering muncul.
  4. Untuk dapat menggunakannya diperlukan spesifikasi hardware yang tinggi.
  5. Keamanan pada server ini kurang terjamin.

Windows Server 2008

Kelebihan Windows Server 2008

  1. Mempunyai Power Shell sehingga dapat beroperasi tanpa memerlukan GUI (Graphical User Interface).
  2. Dengan adanya Power Shell pada Windows Server 2008, maka administrator jaringan dapat mengawasi komputer client dari jarak jauh termasuk saat melakukan booting.
  3. Mampu mengatur besar bandwidth yang akan digunakan oleh aplikasi komputer yang terhubung dengan jaringan.
  4. Mampu memilih fungsi-fungsi yang akan diinstal. Jadi, jika Anda membutuhkan fungsi lain, Anda bisa menambahkannya tanpa perlu menginstal ulangnya.
  5. Mempunyai fitur Network Access Protection yang digunakan untuk mengontrol network security (keamanan jaringan).
  6. Memungkinkan perusahaan mengendalikan atau mengontrol server karena adanya fitur pengendalian.
  7. Mempunyai fitur Network Client Administrator yang digunakan untuk menyediakan layanan pada Macintosh.
  8. Memiliki model keamanan yang berbasis domain.
  9. Mempunyai alat untuk mengintegrasikan NetWare dan juga mengontrol jaringan.
  10. Windows Server 2008 sudah terintegrasi dengan paket Back office.
  11. Sudah kompatibel dengan sistem operasi yang lama seperti IBM OS/2 atau MS-Dos.

Kekurangan Windows Server 2008

  1. Keamanan Internet Information Services (IIS) kurang terjamin.
  2. Browser menjadi sangat lambat karena banyak menggunakan Active X dan Javascript.
  3. Sulitnya mengubah konfigurasi dasar pada Windows Server 2008.
  4. Sulitnya mengubah file registery pada Windows Server 2008.
  5. Mempunyai fitur multimedia yang kurang baik.

Windows Server 2012

Kelebihan Windows Server 2012

  1. Memiliki Server Manager yang lebih mudah digunakan daripada versi sebelumnya.
  2. Server Core dapat berpindah ke GUI secara langsung tanpa install ulang dan juga sebaliknya.
  3. Memiliki Virtual Desktop Infrastructure yang lebih kompatibel/sesuai dengan sistem operasi daripada versi sebelumnya.
  4. Administrator lebih mudah mengontrol seluruh kegiatan komputer client karena adanya aplikasi Hyper-V.
  5. Memudahkan client server untuk berbagi file (file sharing) didalam jaringan karena adanya fitur Server Message Block.
  6. Terdapat berbagai tool lainnya yang dapat memudahkan administrator memanajemen sistem seperti tool untuk menambahkan roles dan feature, konfigurasi dan manajemen server, remote administration, dan yang lainnya.

Kekurangan Windows Server 2012

  1. Harga Windows Server 2012 cenderung mahal.
  2. Tidak support/mendukung komputer yang berbasis itanium.
  3. Sulit menggunakannya karena ada penambahan fitur baru yang jarang digunakan.

Windows Server 2016

Kelebihan Windows Server 2016

  1. Memiliki fitur Active directory Federation Service yang memungkinkan pengguna untuk melakukan konfigurasi AD FS untuk mengotentifikasi pengguna yang di-save pada direktori non-AD.
  2. Memiliki fitur Windows Defender antimalware yang sudah di install dan diaktifkan secara default tanpa adanya GUIm (fitur Windows yang bisa di-install).
  3. Memiliki fitur Remotes Desktop Service yang menyempurnakan kinerja dan juga stabilitas sehingga lebih baik dari versi sebelumnya.
  4. Memiliki fitur Failover clustering yang mampu meningkatkan klaster system operasi dan juga storage replicas secara bergulir.
  5. Memiliki fitur Soft restart yang berguna untuk mempercepat proses percepatan dengan inisialisasi hardware dan juga dengan mengatur ulang software (perangkat lunak).
  6. Memiliki fitur Web application proxy yang digunakan untuk merilis aplikasi atau fitur HTTP Basic, memberbanyak IP Address client untuk aplikasi atau fitur backend, meriliskan fapliaksi atau fitur domain wildcard,  serta mengalihkan HTTP ke HTTPS.

Windows Server

Senin, 03 Agustus 2020
Tag :, Tag :, Tag :

Domain




Apa Itu Domain? Pengertian Domain bagi Pemula

Jika Anda masih baru di dunia website dan hosting, pasti Anda bertanya-tanya, apa itu domain? Pada dasarnya domain atau nama domain diasumsikan sebagai alamat fisik. Sebagai contoh, navigasi satelit membutuhkan nama jalan atau kode pos untuk agar sistem bisa menyediakan arah. Sama halnya dengan web browser yang membutuhkan nama domain untuk mengarahkan Anda atau para pengunjung ke website.
Nama domain terdiri atas dua elemen utama. Misalnya, nama domain Facebook.com memuat nama website (Facebook) dan ekstensi nama domain (.com). Pada saat perusahaan (atau orang pribadi) membeli nama domain, mereka bisa membuat atau menentukan server agar nama domain bisa diarahkan.
Registrasi nama domain dikelola oleh organisasi yang disebut ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). ICANN menentukan ekstensi nama domain yang tersedia dan menjaga database agar tetap terfokus pada ke mana nama domain mengarah.

Setiap website yang Anda buka terdiri atas dua elemen utama: nama domain dan web server.
  1. Web server adalah mesin fisik untuk menyimpan file dan database yang menyusun website Anda dan menampilkannya kepada para pengunjung situs pada saat mereka mengakses dan membuka website Anda dari komputer.
  2. Nama domain merujuk pada sederet nama yang diketik oleh para pengunjung situs di kolom pencarian agar situs Anda bisa terbuka dan dapat diakses. Nama domain mengarahkan web browser ke server yang menyimpan berbagai resource. Tanpa nama domain, orang-orang akan mengetikkan alamat IP server untuk mengakses situs Anda. Tentu saja hal ini sangat merepotkan.
Bagaimana Cara Kerja Domain?
Nama domain layaknya shortcut yang akan mengarahkan kita ke server yang mengonlinekan website Anda.Tanpa nama domain, orang-orang akan memasukkan alamat IP untuk mengakses dan membuka website Anda. Hanya saja, alamat IP sangatlah panjang dan sulit untuk diingat atau tidak efektif jika ingin diiklankan.Sebagai contoh, Hostinger.co.id adalah nama domain. Anggap saja alamat IP kami adalah 100.90.80.70. Alamat IP mengarah ke server tapi jika pengunjung situs ingin menggunakannya. alamat tersebut tidak bisa digunakan untuk resolve website. Apabila alamat IP mencoba resolve website, maka server remote harus menggunakan port 80 dengan halaman default (misalnya, index.html) yang tersimpan di dalam direktori aplikasi web.
Seperti yang telah Anda ketahui, menyalahgunakan server default dan alamat IP hanya akan membuat Anda bingung dan membuang-buang waktu. Karena itulah, sebagian besar pemilik website memilih untuk menggunakan layanan provider, seperti Hostinger, yang menawarkan paket bundled, yakni gratis domain jika membeli paket web hosting selama setahun atau lebih.
Domain juga bisa memanfaatkan redirect atau pengalihan yang umumnya memudahkan Anda untuk menentukan apakah dengan mengakses domain Anda, para pengunjung secara otomatis dialihkan ke situs lain. Metode ini sangat berguna untuk campaign dan microsites atau untuk mengalihkan pengunjung ke halaman landing dedicated di situs Anda. Opsi pengalihan (redirect) juga merupakan opsi terbaik untuk menghindari kesalahan penulisan domain. Misalnya, Anda ingin membuka Facebook. Alih-alih mengetik alamat yang benar, Anda malah memasukkan www.fb.com. Karena ada opsi redirect, Anda kemudian akan dialihkan ke situs yang resmi, yakni www.facebook.com.

Berbagai Tipe Domain

Tidak semua nama domain mengikuti formula dan aturan yang sama. Meskipun domain .com paling banyak digunakan, sekitar 46.5% website global, masih ada domain lain yang bisa Anda pilih, seperti .org dan .net. Berikut beberapa tipe domain yang paling banyak digunakan:

TLD: Top Level Domains

Seperti namanya, tipe nama domain ini merupakan top level dari sistem nama domain di internet. Tersedia ribuan TLD yang bisa Anda gunakan tapi yang paling banyak digunakan antara lain adalah .com, .org, .net, dan .edu.
Daftar TLD resmi dikelola oleh organisasi yang disebut Internet Assigned Numbers Authority (IANA). IANA mencatat bahwa daftar TLD juga menyertakan ccTLD dan gTLD, yang akan kami bahas sebentar lagi.

ccTLD: County Code Top Level Domains

ccTLD memuat domain yang hanya terdiri atas dua huruf dan didasarkan pada kode negara internasional misalnya .us untuk United States dan .jp untuk Jepang. Biasanya ccTLD digunakan oleh perusahaan yang membuat dedicated situs untuk area-area tertentu. Domain-domain tersebut tampil sebagai ‘sinyal’ bahwa suatu situs berada di negara atau wilayah yang ditargetkan.

gTLD: Generic Top Level Domain

Pada dasarnya, gTLD adalah TLD yang tidak menggunakan kode negara. Sebagian besar gTLD ditujukan untuk penggunaan website yang spesifik, misalnya .edu untuk website institusi pendidikan. Sampai di sini, Anda sudah memahami bahwa Anda tidak perlu memenuhi syarat tertentu untuk register gTLD. Sebagai contoh, .com tidak selalu ditujukan utuk website komersil.
Contoh lain dari penggunaan gTLD adalah .mil (militer), .gov (pemerintahan), .org (lembaga nirlaba dan organisasi), dan .net yang awalnya dibuat sebagai nama domain untuk penyedia layanan internet (ISPs), tapi sekarang bisa digunakan di bidang apa saja.

Tipe Nama Domain yang Lain

Kami telah menyebutkan tipe nama domain yang sering digunakan. Sekarang kami akan memperkenalkan variasi lain yang bisa Anda gunakan:

Second Level Domain

Mungkin Anda sudah pernah melihat atau mengetahui tipe nama domain ini sebelumnya. Kali ini, kami akan membahas tentang domain yang berada tepat setelah top level nama domain. Perlu Anda ketahui, di sini kami tidak akan membahas istilah teknis. Kami akan menjelaskan topik ini melalui contoh yang mana lebih mudah untuk dipahami, apalagi jika berkaitan denan kode negara.
Sebagai contoh, alih-alih .com, perusahaan di Inggris akan menggunakan .co.uk. Inilah contoh penggunaan second level domain. Contoh lainnya, .gov.uk biasanya digunakan oleh institusi pemerintah dan .ac.uk digunakan oleh institusi akademik dan universitas.

Subdomain

Subdomain tidak mewajibkan para webmaster untuk membeli nama domain tambahan jika ingin menambahkan divisi di situs mereka. Webmaster kini bisa membuat subdomain yang bisa diarahkan ke direktori tertentu pada server. Subdomain merupakan opsi terbaik utuk situs campaign dan tipe web konten lainnya yang sebaiknya dibuat terpisah dari halaman atau beranda utama.
Sebagai contoh, Facebook menggunakan developers.facebook.com untuk menyediakan informasi yang spesifik pada developer web dan developer aplikasi yang hendak memanfaatkan Facebook API. Contoh lainnya adalah support.google.com.

Cara Daftar Domain

Masing-masing penyedia hosting menggunakan sistem yang berbeda, dan proses daftar domain tergantung pada provider.Untuk mendaftarkan nama domain, langkah pertama yang biasanya dilakukan adalah mengecek ketersediaan nama domain di fitur pencari domain. Sebagian besar penyedia nama domain akan memungkinkan Anda untuk mengetikkan atau memasukkan nama domain yang diinginkan, kemudian dicek ketersediaannya. Di Hostinger, kami juga menyediakan opsi nama domain lain jika nama domain yang Anda inginkan sudah digunakan oleh user lain.
Setelah itu, Anda hanya perlu menyelesaikan langkah-langkahnya dengan mengklik Checkout Sekarang dan melakukan pembayaran untuk nama domain yang dipilih. Setelah nama domain dibeli dan terdaftar, Anda akan mendapat akses untuk mengelola control panel yang telah dilengkapi semua tool manajemen yang dibutuhkan.

Cara Transfer Domain

Nama domain juga bisa ditransfer dari registrar yang satu ke registrar lainnya. Namun, Anda harus memerhatikan syarat-syarat berikut ini agar proses transfer domain berjalan mudah:
  1. Domain haruslah berumur 60 hari atau lebih dari 60 hari terhitung sejak masa registrasi atau transfer terakhir.
  2. Domain tidak boleh berada dalam status Redemption atau Pending Delete.
  3. Miliki kode otorisasi domain (nama lainnya EPP code).
  4. Informasi kepemilikan domain harus valid, dan layanan perlindungan privasi harus dimatikan.
Transfer domain memang tidak diwajibkan. Hanya saja, akan lebih mudah kalau Anda memiliki web hosting dan domain dalam satu layanan.Di Hostinger, cara transfer domain bisa dilakukan dari registrar mana pun. Prosesnya sendiri berlangsung selama 4-7 hari. Jangan khawatir, jika Anda belum mengetahui dengan benar cara transfer domain, tim Support kami akan siap sedia membantu Anda!

Pengertian Domain dan Hosting serta Perbedaannya

Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, nama domain diibaratkan seperti alamat fisik, sedangkan web hosting adalah tempat fisik, dan segala konten tersimpan dalam tempat tersebut.Nama domain digunakan untuk membuat shortcut yang mudah guna menautkan yang diketik oleh para pengunjung situs di kolom pencarian dengan server yang mengonlinekan website yang dituju. Nama domain sepenuhnya berbentuk digital dan tersimpan dalam database yang terpusat.
Sementara itu, hosting sedikit berbeda dari nama domain karena membutuhkan server fisik yang berlokasi di mana saja di belahan dunia ini dan terhubung ke internet. Server tersebut umumnya seperti hard drive komputer yang menyimpan semua file dan database website. Disebut server karena tempat penyimpanan ini ‘menyajikan (serves)’ website ke pengunjung situs.
Pada saat Anda mengetikkan URL (misalnya, www.hostinger.co.id) ke web browser, maka browser akan mengirimkan permintaan ke server yang spesifik di mana file dan data situs Anda tersimpan. Server kemudian mengupload file dan mengirimkannya ke internet, lalu ditampilkan ke perangkat yang Anda gunakan untuk mengakses website.

Jadi, Apa Itu Domain?

Di dunia web hosting, nama domain diibaratkan alamat suatu bangunan. Berikut beberapa hal terkait pengertian domain yang harus Anda ketahui:
  1.  
    1. Nama domain diasumsikan sebagai alamat suatu tempat.
    2. Nama domain terdiri atas nama website (misalnya Hostinger) dan ekstensi nama domain (misalnya, .co.id).
    3. Semua registrasi nama domain dikelola oleh ICANN.
    4. Cara kerja domain mengarahkan pengunjung ke server yang tepat (saat mengakses website).
    5. Domain .com merupakan nama domain yang paling populer dan digunakan oleh 46.5% website.
    6. ccTLDs menggunakan kode negara dan mengacu pada area geografis (misalnya, .cn atau .es).
    7. gTLD merupakan ekstensi nama domain yang digunakan untuk tujuan spesifik (misalnya, .org untuk organisasi).
    8. Setiap registrar menawarkan proses daftar domain berbeda-beda.
    9. Anda dapat menggunakan fitur cari domain untuk mengetahui ketersediaan nama domain yang Anda inginkan.
    10. Domain dapat ditransfer dari satu provider ke provider lainnya.
    11. Server merupakan mesin fisik yang menyimpan file website.
    12. Jika Anda butuh bantuan, tim Support kami akan selalu siap membantu Anda.

Domain

Senin, 27 Juli 2020
Tag :, Tag :, Tag :
Manajemen user dan group



Manajemen User

Hampir semua sistem operasi baru saat ini sudah dikembangkan dengan konsep multiuser dan multitasking, sehingga merupakan hal yang umum apabila dalam setiap komputer akan ada mekanisme identifikasi setiap orang yang akan menggunakannya. Sistem Debian juga mendukung sistem multiuser ini, dimana dalam satu waktu dapat lebih dari satu user yang mengakses sistem ini.
Terkait dengan lingkungan multiuser tersebut, pada materi kali ini akan dibahas berbagai teknik pengelolaan yang berkaitan dengan user. Pengelolaan disini meliputi:
  • Pembuatan user baru
  • Perubahan data user
  • Penghapusan user
Pada sistem Linux user didefinisikan dengan menggunakan nama user (username) ataupun ID user (UID). UID dinyatakan dalam bentuk numerik dan nilainya dapat ditentukan otomatis oleh sistem saat user pertama kali didaftarkan atau dapat juga oleh user sendiri.
Berbeda dengan username, merupakan data dalam format alfanumerik, yang namanya ditentukan sendiri oleh user. Pada sistem Linux, setiap aplikasi diperbolehkan memilih salah satu dari dua data ini untuk mengenali user yang menggunakan aplikasinya. Namun, dari sisi user cenderung lebih mudah mengingat username dibandingkan UID, karena dapat dibuat mewakili nama sebenarnya dari user.

Pembuatan User Baru

Perintah berikut dapat digunakan untuk membuat user baru. Agar dapat berjalan perintah ini harus dijalankan dengan menggunakan user root di terminal.
adduser  username 
Selain perintah adduser ada juga perintah useradd yang memiliki fungsi yang sama. Perintah diatas selain dapat dijalankan di Debian juga dapat berlaku untuk sistem Linux lainnya. Parameter-parameter pendukung lainnya untuk perintah ini dapat dilihat dengan perintah man adduser atau adduser –help.
Selain penentuan username ada juga beberapa data lainnya yang perlu diberikan, sebagai berikut.
  • Password (wajib)
  • Nama lengkap (tidak wajib)
  • Nomor ruang (tidak wajib)
  • Telepon kantor (tidak wajib)
  • Telepon rumah (tidak wajib)
  • Lainnya (tidak wajib)
Setiap user di sistem Linux diwajibkan untuk memiliki password sebagai pengamanan awal. Pengamanan awal ini diperlukan apabila ada data pribadi atau sensitif yang akan disimpan pada komputer karena masih ada hal lain yang perlu dilakukan untuk mengamankan data. Berikut ini merupakan contoh pembuatannya.
manajemen user1
Perintah berikut dapat digunakan untuk menguji apakah user tersebut telah berhasil dibuat atau tidak.
su  –  username
whoami
pwd
Perintah pertama berguna untuk login menggunakan user lain, sedangkan yang kedua untuk mengetahui siapa user yang login saat ini dan yang terakhir untuk mengetahui lokasi user saat ini. Apabila sesuai maka perintah pwd akan menampilkan lokasi home untuk user terpilih. Contohnya diberikan pada gambar berikut.
manajemen user2

Perubahan Data User

Terkait dengan perubahan data user ini ada sejumlah perintah terkait yang dapat digunakan
chfn  username
Penggantian data pribadi user seperti nama lengkap, ruangan, telp. kantor, telp. rumah, dan lainnya. Apabila tidak ada perubahan yang dilakukan cukup tekan enter pada setiap entri.
password  username
Penggantian password user.

Penghapusan User

Ini merupakan operasi yang dapat berefek cukup besar baik pada user ataupun sistem, karena dapat menyebabkan kehilangan data ataupun menyebabkan sistem tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, perlu perhatian khusus saat akan melakukan operasi ini. Apabila akan menghapus suatu user dari sistem pastikan bahwa file-file penting milik user tersebut sudah dibackup dan pastikan juga tidak ada proses di sistem yang memerlukan user tersebut. Perintah penghapusan user diberikan sebagai berikut.
deluser  username
atau
deluser  –remove-home  username
atau
deluser  –remove-home  –backup  username
Pada perintah pertama, penghapusan akan menyebabkan hanya data user tersebut yang akan dihapus dari sistem. Apabila menggunakan perintah yang kedua, penghapusan akan menyebabkan semua file yang tersimpan pada direktori home dari user tersebut akan terhapus. Perintah terakhir ini mungkin lebih aman karena sebelum menghapus semua isi dari direktori home user tersebut, ada backup yang dibuat. Backup-nya dinyatakan dalam file terkompresi (*.tar.bz2). Contoh penerapannya ditunjukkan sebagai berikut.
manajemen user3
Selain menggunakan deluser untuk menghapus user juga dapat menggunakan perintah userdel. Perintah userdel memiliki fungsi yang sama hanya memiliki parameter yang berbeda dari deluser.
Semua data user yang dioleh dalam perintah-perintah diatas oleh sistem Linux tersimpan pada file /etc/passwd dan /etc/shadow. Pengubahan dapat juga dilakukan langsung melalui file-file ini. Namun, harap berhati-hari karena semua user yang ada di sistem juga disimpan pada file yang sama. Apabila tidak, akan dapat berdampak pada sistem.
Selain melalui CLI ada juga aplikasi GUI untuk melakukan manajemen ini, yakni melalui aplikasi User Accounts. Aplikasi ini dapat diakses di Debian melalui menu Applications > System Tools > Preferences > System Settings > System: User Accounts.
manajemen user4
Pada aplikasi User Accounts tombol Unlock perlu diklik dahulu agar dapat menambahkan, memodifikasi ataupun menghapus user. Setelah itu akan muncul window baru untuk memasukkan password root.

Manajemen Group

Ada banyak file yang dihasilkan di sistem, baik yang dibawa oleh sistem Linux sendiri ataupun file dari user. Akses ke setiap file tersebut perlu adanya pembatasan (pengelompokkan), sehingga dapat menjamin kinerja sistem tetap baik dan data-data sistem/user tetap aman. Pengelompokan hak akses ini oleh Linux diterapkan dengan membuat grup akses. Bukan hanya user, setiap aplikasi server dapat memiliki grupnya sendiri-sendiri. Selain untuk pembatasan akses, grup juga dapat digunakan untuk melakukan klasifikasi user-user yang ada di sistem.
Manajemen grup di Linux dapat meliputi kegiatan, seperti penambahan grup baru dan penghapusan grup.

Penambahan Group Baru

Perintah berikut dapat digunakan untuk menambahkan grup baru di Linux:
groupadd  namagroup 
Perintah diatas hanya dapat dijalankan oleh user root. Sebagai contoh pembuatan grup ditunjukkan pada gambar berikut.
Apabila berhasil dijalankan seperti contoh diatas, maka pada file /etc/group akan ada tambahan baris yang menyatakan grup baru yang telah dibuat. Hal yang sama juga berlaku untuk grup di Linux seperti layaknya user, dimana setiap grup akan memiliki nama dan juga ID grup (GID).

Penghapusan Group

Operasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan perintah berikut.
groupdel  namagrup 
Grup yang telah dihasillkan akan dihapus dari sistem, termasuk juga dari file /etc/group.



Tag :, Tag :, Tag :

// Copyright © Richi086 //Anime-Note//Powered by Blogger